Sunday, 30 November 2008

Tandem Nursing

Mengapa Memilih Tandem Nursing dan Teori-nya
Keputusan untuk melakukan tandem nursing adalah keputusan pribadi ibu. Dalam banyak kasus, ibu melakukan tandem nursing karena si kakak masih belum genap menyusui dua tahun, atau si kakak tidak siap untuk disapih. Biasanya keputusan tandem nursing diambil ketika ibu mulai hamil dengan adik. Artinya, selama hamil ibu akan terus menyusui si kakak. Secara medis, menyusui selama hamil bisa dilakukan, tetapi ibu harus lebih waspada dengan reaksi tubuhnya.
Menyusui menyebabkan stimulasi puting, yang bisa mendorong terjadinya kontraksi rahim. Jika memutuskan untuk tandem nursing, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan ahli kandungan yang mengerti seluk beluk menyusui sehingga ia dapat memberikan rekomendasi secara objektif dari segi medis, tidak hanya sekedar melarang tandem nursing tanpa dasar medis. Selain itu, berkonsultasilah juga dengan seorang Lactation Consultant (IBCLC).
Apabila kehamilan si ibu beresiko tinggi dan berkomplikasi, atau apabila ibu memiliki riwayat perdarahan dan keguguran, tandem nursing tidak dianjurkan. Tetapi apabila ibu tidak mengalami reaksi negatif, maka tandem nursing dapat dilanjutkan.
Selain dari masalah menyusui saat hamil, banyak orang pun ragu dengan menyusui lebih dari satu bayi. Apa bisa seorang ibu menghasilkan susu yang cukup? Untuk hal ini tidak perlu khawatir, karena ASI tercipta sesuai dengan prinsip supply and demand. ASI akan tercipta sesuai dengan kebutuhan, yang dibangkitkan dengan stimulasi mulut bayi terhadap puting susu. Semakin banyak payudara terstimulasi oleh mulut bayi atau oleh pompa, semakin banyak ASI tercipta.

Apakah keuntungan dan kekurangan dari tandem nursing?
Keuntungannya, si kakak dapat menerima asupan ASI hingga genap dua tahun atau lebih, dan si kakak turut mendapatkan manfaat ASI. Tandem nursing turut membantu mengurangi rasa iri kakak terhadap adiknya. Selain itu, si kakak dapat membantu memecahkan masalah menyusui seperti engorgement (payudara penuh) yang terjadi di hari2 awal menyusui, atau penyumbatan saluran ASI. Dan juga kedekatan batiniah yang timbul dari pemberian ASI.
Tetapi tandem nursing juga memiliki tantangannya tersendiri. Karena menyusui lebih dari satu bayi, ibu akan merasa lebih cepat haus dan lapar. Dan menyusui lebih dari satu bayi juga cukup melelahkan: dengan posisi duduk harus menyangga dua bayi, dengan posisi tidur si ibu terbebani oleh si kakak yang bergelantungan di badan ibu.
Para ibu yang memilih untuk tandem nursing sepakat bahwa keuntungannya seringkali lebih besar daripada kerugiannya. Bagi saya, tandem nursing ada pro kontranya sendiri, tidak semata-mata penuh kemudahan. Tetapi saya setuju bahwa tandem nursing adalah pengalaman yang unik dan tidakterlupakan. Bernostalgia sekarang, saya tidak menyesal sudah memilih untuk tandem nursing.

Pengalaman Menyusui Saat Hamil
Ketika saya hamil anak kedua, si kakak belum genap 20 bulan. Karena saya bertekad untuk menyusui setidaknya 2 tahun, dan sampai si kakak ingin berhenti sendiri, saya memutuskan untuk tidak berhenti menyusui. Tetapi karena banyak simpang siur informasi mengenai tandem nursing, saya merasa agak gamang. Akhirnya, saya berkonsultasi dengan seorang IBCLC. Dokter kandungan saya juga, kebetulan mengetahui banyak mengenai ilmu menyusui, dan beliau mendukung keputusan untuk tandemnursing. Saya pun meminjam buku mengenai tandem nursing di perpustakaan.
Tetapi ternyata menyusui sambil hamil tidak mudah. Sejak hamil, hormon mengubah puting menjadi lebih sensitif sehingga saat si kakak menyusui lumayan menyakitkan. Yang bisa saya lakukan hanya menahan sakit dan meminta kakak untuk lebih pelan-pelan dalam menyusui. Kemudian, perlahan-lahan produksi ASI mengalami penurunan, meski tidak habis sama sekali. Memang pada sebagian orang produksi ASI saat hamil dapat berkurang, tetapi ada juga orang yang produksi ASInya tetap lancarseperti sebelumnya. Sepertinya kecenderungan tiap orang berbeda-beda. Untungnya si kakak mau meminum susu UHT untuk melengkapi kebutuhannya saat ASI berkurang.
Pada trimester terakhir, ASI saya tidak berbentuk seperti biasa, melainkan kental bening kekuningan, yaitu menjadi kolostrum. Seperti yang kita tahu, kolostrum terkenal dengan jumlahnya yang sedikittetapi manfaat dan khasiatnya sangat tinggi. Dan ternyata memang benar, di bulan-bulan terakhir kehamilan itu si kakak menjadi tidak pernah sakit sama sekali, meski ia baru mulai masuk playgroup setiap hari.

Pengalaman Tandem Nursing Kakak Beradik
Si kakak “cuti” menyusui hanya sehari, yaitu saat saya melahirkan di rumah sakit. Di hari berikutnya, saya persilakan si kakak untuk menyusui bersama-sama si adik dengan bersamaan. Awalnya si kakak agak kikuk, tetapi ia menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Saya membiasakan si kakak untuk menyusui setelah si adik, atau bersama2, agar si adik mendapatkan cukup kolostrum dan ASI sebelum tiba giliran si kakak. Beberapa hari kemudian, kolostrum berubah menjadi ASI, dansi kakak seperti menemukan kembali kenikmatan menyusui ASI, setelah berbulan2 “cuma” minum kolostrum sedikit-sedikit. Hal ini terlihat dari mulai berkurangnya porsi susu UHT si kakak.
Bagi saya pribadi, setelah ada 2 anak menyusui jadi cukup menantang dan melelahkan. Karena si kakak sudah kadung dibolehkan menyusu bareng si adik, hasilnya setiap kali si adik minta ASI, si kakak pun meminta. Seperti yang sudah saya sebut di atas, lebih capek dari menyusui satu anak saja. Selain itu rasanya lebih haus, dan lebih lapar. Dengan permintaan ASI ganda, rasanya hidup saya habis untuk menyusui, menyusui, dan menyusui. Tetapi, meski demikian, ASI nampaknya tak pernah kurang. Si adik terlihat menggemuk, bahkan lebih pesat daripada waktu si kakak berumur sama. Wajarlah, karena produksi ASI tersedia siap untuk dua mulut.
Menurut literatur mengenai tandem nursing, persaingan kakak beradik dapat ikut teredam. Bagi saya hal itu cukup terbukti. Si kakak tidak bertindak negatif terhadap si adik, malah ia sangat ingin turutmerawat si adik. Namun demikian saya menerapkan batasan-batasan, misalnya, si kakak hanya boleh menyusui di kamar tidur, dan tidak boleh minta ASI di luar rumah, dan kami jelaskan ini adalah karena si kakak jauh lebih besar daripada adik bayi. Syukurlah si kakak mudah mengerti dan menerima penjelasan kami tersebut.
Di usia 3.5 tahun, si kakak akhirnya kami sapih. Sebenarnya saya ingin menyusui selama si kakak mau, tetapi karena faktor kepraktisan dan tekanan masyarakat akhirnya kami putuskan untuk menyapih dengan se-gentle mungkin. Untungnya di usia tersebut si kakak sudah bisa diajak berunding dengan lebih dewasa. Yang kami lakukan hanya menekankan bahwa si kakak adalah anak besar dengan kebutuhan dan kesenangan yang berbeda dengan adik bayi, dan kami menegaskan bahwa ASI jatuh di dalam domain seorang bayi.
Untunglah dapat menerima penjelasan tersebut, dan akhirnya si kakak memutuskan sendiri untuk berhenti menyusui dengan alasan bahwa dirinya adalah anak besar. Kami tidak perlu “berbohong” dengan mengolesi puting dengan jamu, atau menempelkan plester di puting. Saat si kakak memutuskan untuk menolak ASI, kami sadar bahwa si kakak sudah siap untuk berhenti menyusui dan dia sudah mengambil keputusannya sendiri (dengan dorongan dan penjelasan dari kami, tentunya).

By Meutia Chaerani on November 18th, 2008

Monday, 24 November 2008

Multiply

Skrg lg asik utak atik multiply nih.

Padahal buatnya udah lama bgt gara2 di add ama temen, abis itu udah lupa deh ama yg namanya multiply.

Ehh kmrn2 mau upload video2nya Vincent krn ada saudara yg gemes bgt ama Vincent (fans beratnya Vincent) trs keingetan kl di multiply bisa simpen video.

Ya udah buka lg tuh multiply, pake acara lupa id ama password segala, akhirnya minta dikirimin deh ke email id ama passwordnya. Udah bisa buka, asik deh upload beberapa video Vincent yg baru buat saudara.

Udah tuh ga ada niatan buat utak atik lg multiplynya, yg penting udah upload video.

Ehhh di milis ada yg jualan perlengkapan baby, trs ngintip deh tau2 jualannya di multiply, jd keterusan deh liat2in multiply orang lain. Ternyata baru tau byk bener yg jualan pake multiply hehehe norak bener ya.

Tp ini liat2 multiply bukannya mau ikut2an jualan, ini mah demen bgt sama jualannya hahahaha. Jd lah shopping2 di multiply, boros bgt deh (gara2 multiply ga bisa nahan godaan belanja nih)

Lama2 kok liat multiply orang2 bagus2 ya themesnya, liat punya sendiri kok biasa aja (krn emang pake defaultnya yg biasa) jd deh cari2 gmn cara ganti themesnya, bener2 norak deh hehehe.

Akhirnya setelah lama liat2, trs tanya sama suami, akhirnya bisa jg ganti themesnya, ya kali ini ada gambarnya lah.

http://lucvin.multiply.com

Saturday, 8 November 2008

Tq papa

Sabtu 8 Nov'08 kita ngerayain 5 taon kebersamaan kita. Ga berasa ya udah 5 taon sama2 dlm suka dan duka.

Thank u papa udah nemenin mama selama 5 taon ini, setia bgt ngerawat mama waktu mama masuk RS ( 2x lg masuk RS nya ), nemenin mama waktu kehilangan Lucky, bantuin mama ngurusin Vincent, kadang bantuin mama masak, banyak lg deh yg lain yg udah papa lakukan buat mama.

Thank u jg dengan adanya Vincent and dede yg diperut, kl ga ada papa...... mereka jg ga ada (ya iya lah hehehe)

Pokoknya ga nyesel deh married ama papa, walaupun papa tuh ga romantis tp mama ga nyesel, yg penting papa itu baik, jd suami yg setia, jd papa yg sayang ama anak2, sayang ama mama sampe kakek nenek ya.

Friday, 7 November 2008

Test Teori buat SIM

Kmrn pagi2 papa berangkat seperti biasa tp bukan ke kantor ( hayooo mau kemana tuh? ).

Kmrn itu ada test teori buat syarat ambil SIM. Sebenernya kan papa udah punya SIM Indonesia dan SIM International tp SIM Indonesia nya ga berlaku di UK trs kl SIM Internationalnya cuman berlaku selama setaon aja. Jadi ya mesti buat SIM UK krn kita ada rencana mau beli mobil.

Ya beli mobil yg second aja, yg murmer hahaha. Toh rencananya dipake cuman setaon doang kok.

Trs kenapa beli mobilnya baru skrg ya ? Soalnya dulu2 blm perlu pake mobil, disini transportasi nya ok kok. Naik train selalu ada tiap 2 mnt, mau naik bus jg sama aja selalu ada mgkn tiap 5 mnt. Jadi alasannya apa dong ? Ya kan kita udah mau nambah 1 orang lg. Lah kasian papa dong kl tiap weekend selalu angkat2 pushchair naik turun tangga setiap kali naik train, apalagi ntn 2 anak, wah repot bener kan.

Makanya kita putuskan buat beli mobil, bukan kita sih tp mama yg ngebet hahaha.

Test teori kmrn papa lgsg lulus, hasilnya emang lgsg keluar sih. Katanya bener semua jawabannya. Papa TOP bener deh. Tp itu jg dgn perjuangan loh, papa belajarnya hampir tiap hari sampe jam 1 ato 2 malem selama brp bln ( sampe ngantuk2 kl di kantor hehehe). Mau ambil SIM di Indonesia mgkn ga sesusah ini kali ya.

Wah skrg tinggal belajar lg nih buat test prakteknya. Soalnya rada2 susah tuh. Kebiasaan nyetir di UK beda sama di Indonesia. Salah sedikit aja bisa ga lulus.

Ya moga2 test prakteknya lulus jg ya pa.